Minggu, 10 Juni 2012

ILMU UKUR TANAH MEMBUAT PETA DENGAN CARA MENGIKAT DAN KOORDINAT


MATA KULIAH : Ilmu Ukur Tanah I
TOPIK : MEMBUAT PETA
LEMBAR KERJA
Program : PTS/B
Jurusan  : PTK
Semester : III


1. MEMBUAT PETA DENGAN CARA MENGIKAT
2. MEMBUAT PETA DENGAN CARA KOORDINAT


Waktu          : 4 x 50 menit
Hari              : Jum’at
Tanggal        : 8 oktober 2010
Kelompok    : VIII
Lokasi    : Gedung Praktek Kayu Kampus V UNS

A.      PENDAHULUAN
Peta adalah suatu gambaran keseluruhan atau sebagian permukaan bumi baik laut maupun darat dengan mengguakan perbandingan skala tertentu. Sementara itu, definisi dari skala adalah perbandingan antara jarak yang digambarkan dalam peta dengan jarak yang sebenarnya di muka bumi.
Peta sebagai sebuah media komunikasi antara manusia dengan kondisi lapangan saat ini menjadi sangat penting ketika dibutuhkannya informasi lokasi, posisi obyek – obyek penting di lapangan yang menjadi dasar bagi sebuah perencanaan pekerjaan.
Ketersediaan alat pemetaan yang pada umumnya dibayangkan membutuhkan biaya yang mahal, ternyata dapat disiasati dengan menggunakan alat ukur yang lebih murah dan mudah pengoperasiaannya. Hal ini menjadi dasar, dimana dengan alat yang sederhana dapat dilakukan pemetaan untuk menghasilkan sebuah peta situasi dari obyek penelitian.

B.       TUJUAN
1.        TUJUAN UMUM
Ø  Mahasiswa memiliki pengetahuan tentang cara membuat peta sederhana
Ø  Mahasiswa dapat menggunakan alat sederhana
2.        TUJUAN KHUSUS
Ø  Mahasiswa dapat melakukan pemetaan di lapangan
Ø  Mahasiswa dapat membuat pemetaan dengan cara mengikat
Ø  Mahasiswa dapat membuat pemetaan dengan cara koordinat.
Ø  Mahasiswa dapat membuat sketsa lokasi praktik dengan benar
Ø  Mahasiswa dapat menancapkan jalon dengan benar
Ø  Mahasiswa dapat menggunakan unting-unting
Ø  Mahasiswa dapat membidik jalon dengan benar
Ø  Mahasiswa dapat mengukur jarak menggunakan roll meter
Ø  Mahasiswa dapat menggunakan kompas untuk menentukan sudut jurusan

C.      ALAT – ALAT YANG DIGUNAKAN
1.         Jalon                  : 10  buah
2.         Rollmeter          : 1 buah
3.         Prisma               : 1 buah
4.         Kompas             : 1 buah
5.         Unting-unting   : 1 buah
6.         Benang              : 1 rol
7.         Patok                 : secukupnya
8.         Alat tulis           : secukupnya

D.      TINDAKAN KEAMANAN
1.         Memakai pakaian praktikum,
2.         Mengikuti pengarahan dan petunjuk dari dosen pembimbing,
3.         Mengecek dan membawa peralatan praktik ke lokasi praktik dengan hati – hati
4.         Meletakkan alat praktik di tempat yang aman
5.         Menggunakan alat praktik dengan benar atau sesuai fungsinya
6.         Memeriksa alat-alat tersebut sebelum dan sesudah praktikum.

E.       LOKASI PENGUKURAN
Lokasi praktik dilaksanakan di sebelah timur gedung PTM dan aula PTK

F.       SUBJOB
1.         MEMBUAT PETA DENGAN CARA MENGIKAT
a.         Langkah Kerja
1.        Memperhatikan dan mengikuti petunjuk dari dosen pembimbing
2.        Bon dan menyiapkan semua peralatan yang diperlukan
3.        Mencari lokasi yang akan digunakan untuk praktek
4.        Membuat tabel pengukuran dan  sketsa dari lokasi praktik pengukuran
5.        Menancapkan 5 buah jalon ( A, B, C, D, E) sebagai titik-titik batas persil yang membentuk segi lima dengan menegakkan ke 5 jalon tersebut menggunakan unting-unting
6.        Mengukur jarak antar jalon di titik persil menggunakan rollmeter serta sudut jurusan jalon menggunakan  kompas
7.        a.     Membuat garis ukur D-E
b.    Memperpanjang sisi bangunan R-S, Q-P, H-I, G-J sehingga berpotongan dengan garis ukur D-E  di titik 1,4,7,8 dan ditancapkan jalon pada masing – masing titik tersebut.
c.     Mengukur jarak 1-D, 1-S, 4-E, 4-P, I-7, J-8, 7-8 dan 8-E serta sudut jurusan 1-S dan 4-P
d.    Mengukur jarak setiap titik perpotongan yang ada disetiap garis ukur dengan patokan D =  0,00 m
8.        a.     Membuat garis ukur D-C
b.    Memperpanjang sisi bangunan P-S dan Q-R sehingga berpotongan dengan garis ukur C-D di titik 2 dan 3 dan ditancapkan jalon pada masing-masing titik tesebut.
c.     Mengukur jarak 2-D, 2-S, 3-C,  dan 3-R serta sudut jurusan 2-S, 3-R.
d.    Mengukur jarak tiap titik perpotongan yang ada disetiap garis ukur dengan patokan D =  0,00 m
9.        a.     Membuat garis ukur E-A
b.    Memperpanjang sisi bangunan H-G dan I-J sehingga berpotongan dengan garis ukur E-A di titik 5 dan 6 dan ditancapkan jalon pada maing-masing titik tersebut.
c.     Mengukur jarak 5-G, 5-E, 6-J dan 6-5.
d.    Mengukur jarak tiap titik perpotongan yang ada disetiap garis ukur dengan patokan E =  0,00 m
10.    Menggambar peta hasil pengukuran pada kertas dan menghitung hasil pengukuran
11.    Mencatat semua hasil pengukuran praktik
12.    Membuat laporan sementara dari kegiatan yang telah di lakukan.
13.    Memeriksa alat yang di pakai dan mengembalikannya ke laboratorium.
14.    Melaporkan data hasil pengukuran membuat peta dengan cara mengikat

b.        Data hasil pengukuran
No
Titik
Jarak ( m )
Sudut Azimuth
Keterangan
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
A – B
B – C
C – D
D – E
E – A
PQ
SR
SP
QR
1-S
1-D
2-D
2-S
3R
3-C
4-P
4E
5–G
G-H
G-J
I-P
I-7
J-8
7-8
8-E
6-E
6-5
34,56
27,31
19,83
67,11
15,38
9,15
9,15
53,72
53,72
2,00
2,5
5,06
2,65
2,97
5,63
4,08
10,91
3,76
2,09
2,05
4,02
4,05
4,01
2,09
6,82
4,09
2,32
α AB = 16 º
α BC = 355 º
α CD = 270 º
α DE = 181 º
α EA = 64 º
α 1S = 91 º
α 2S = 182 º
α 3R= 181º
α 4P= 89 º
Sudut ABC = 159º
Sudut BCD = 95º
Sudut CDE = 91º
Sudut DEA = 63º
Sudut EAB = 132º


c.        

Perhitungan
·           Menghitung luas persil :
Diketahui :   < ABC = 159º            < CDE = 91º               < EAB = 132º
 < BCD = 95º              < DEA = 63º  
ü  Luas ABC = 0,5 x AB x BC x sin < ABC
= 0,5 x 34,56 x 27,31 x sin 159º
= 0,5 x 34,56 x 27,31 x 0,358
= 169,12 m2
ü  Luas CDE = 0,5 x CD x DE x sin < CDE
= 0,5 x 19,83 x 65,6 x sin 91º
= 0,5 x 19,83 x 65,6  x 0,99
= 650,32 m2
ü  Luas ACE
Untuk mengetahui luas ACE, tenukan panjang AC, EA, dan AE
o    AC2      = AB2 + BC2 - 2 AB BC cos < ABC
                   = 34,562 + 27,312 – 2 (34,56x 27,31) cos 159º    
= 1194,39 + 745,841887,67 (-0,934)
= 1194,39 + 745,84+1887,67
= 3827,90 m
AC       =
= 61,87 m
o    CE2     = DC2 + DE2 – 2 DC DE cos < CDE
= 19,832 + 65,62 – 2 (19,83x65,6) cos 91
= 393,23 + 4303,36 -2601,70(- 0.17)
= 393,23 +4745,64
= 5138,87 m
CE =
CE = 71,69 m
o    Menghitung S untuk mengetahui luas ACE

S     = AC + CE + EA
2
= 61,88 + 71,69 + 13,88
2
= 147,45 m
ü  Luas ACE
=
=
=
=
930,540 m2

Luas segilima ABCDE = Luas ABC + Luas CDE + Luas ACE
       = 169,12 m2 + 650,32 m2 + 930,540 m2
      = 1749,98 m2
·           Menghitung Luas Bangunan
L = L besar + L kecil              
= ( 9,15x53,72 ) + ( 1,98 x 5,38 )
= 491,538 + 10,65
= 502,19 m2
·           Luas halaman
L = L persil – L bangunan
= 1749,98502,19
= 1247,79 m2
d.        Gambar Hasil Kerja
( Terlampir )
  
2.         MEMBUAT PETA DENGAN CARA KOORDINAT TEGAK LURUS
a.         Langkah Kerja
1.        Mencari lokasi yang akan digunakan untuk praktek
2.        Membuat sketsa lokai praktik
3.        Menentukan titik-titik batas persil yaitu A, B, C, D, E  membentuk segi lima kemudian menancapkan jalon pada titik-titik tersebut.
4.        Ukur jarak AB, BC, CD, DE, EA dengan menggunakan roolmeter serta ukur sudut jurusan tiap garis batas persil dengan kompas
5.        Membuat garis ikat BF dan CG yang diukur jarak dan jurusan garis tersebut menggunakan kompas.
6.        a.     Membuat garis ukur A-B
b.     Tancapkan jalon di titik H
c.     Proyrksikan titik H terhadap garis ukur AB dengan prisma. (jalon  tegak lurus apabila bayangan jalon pada sudut bangunan segaris lurus dengan ke dua jalon pada garis ukur ).
d.     Tancapkan jalon 1 pada titik pendekatan prisma tersebut.
e.     Mengukur jarak dan sudut jurusan A-1 dan 1-H
f.     Mengukur jarak pada setiap titik pendekatan  prisma dengan patokan A = 0.00.
7.    a.     Membuat garis ukur B-C
b.     Tancapkan jalon di titik I
c.     Proyeksikan titik I terhadap garis ukur BC dengan prisma.
d.     Tancapkan jalon 2  pada titik pendekatan prisma tersebut.
e.     Mengukur jarak dan sudut jurusan C-2 dan 2-I.
f.     Mengukur jarak pada setiap titik pendekatan  prisma dengan patokan B = 0.00.
7.        a.     Membuat garis ukur C-D
b.     Tancapkan jalon di titik I, J, L, M dan N
c.     Proyeksikan titik di poin b terhadap garis ukur C-D dengan prisma.
d.    Tancapkan jalon  3, 4, 5, 6, 7 dan 8  pada masing – masing titik pendekatan prisma tersebut.
e.     Mengukur jarak dan sudut jurusan C-3, 3-I, D-4, 4-J, D-5, 5-K, D-6, 6-L, D-7, 7-M, D-8 dan 8-O.
f.     Mengukur jarak pada setiap titik pendekatan  prisma dengan patokan C = 0.00.
8.        a.     Membuat garis ukur D-E.
b.     Tancapkan jalon di titik M, N, O, P.
c.     Proyeksikan titik di poin b terhadap garis ukur D-E dengan prisma.
d.     Tancapkan jalon  9, 10, 11 dan 12 pada titik pendekatan prisma tersebut.
e.     Mengukur jarak dan sudut jurusan D-9, 9-M, D-10, 10-N, D-11, 11-O, E-12, dan 12-P.
f.     Mengukur jarak pada setiap titik pendekatan  prisma dengan patokan D = 0.00.
9.        a.     Membuat garis ukur E-A.
b.     Tancapkan jalon di titik P, Q, R.
c.     Proyesikan titik di poin b terhadap garis ukur E-A dengan prisma.
d.     Tancapkan jalon 13, 14, dan 15  pada titik pendekatan prisma tersebut.
e.     Mengukur jarak dan sudut jurusan E-13, 13-P, E-14, 14-Q, E-15 dan 15-R.
f.     Mengukur jarak pada setiap titik pendekatan  prisma dengan patokan E = 0.00.
10.    Mencatat hasil pengukuran dan memasukkan ke tabel data pengukuran.
11.    Mengecek semua peralatan yang dipakai sebelum meninggalkan lokasi praktek
12.    Membuat laporan sementara dari kegiatan yang telah dilakukan.
13.    Mengembalikan semua peralatan praktek ke laboratorium
14.    Menyusun Laporan Praktikum

b.        Data hasil pengukuran

No.
Titik
Jarak ( m )
Sudut (Derajat)
Keterangan
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
A – B
B - C
C - D
D - E
E – A
B – F
C – G
A – 1
1 – H
C – 2
2 – I
C – 3
3 – I
D – 4
4 – J
D – 5
5 – K
D – 6
6 – L
D – 7
7 – M
D - 8
8 - O
D – 9
9 – M
D – 10
10 - N
D – 11
11 – O
E – 12
12 - P
E – 13
13 – P
E – 14
14 – Q
E – 15
15 – R
15
11
35
17
32,75
12,56
3,68
5,48
0,77
2,63
2,89
1,14
3,75
8,89
3,79
7,24
5,58
5,70
2,52
3,17
2,52
2,82
5,58
3,39
2,23
4,22
3,58
5,24
3,26
3,63
3,78
3,70
3,60
8,32
4,32
10,23
2,47
314
243
184
99
11
103
332
314
224
63
153
184
94
4
94
4
94
4
94
4
94
4
94
99
9
99
9
99
9
279
9
11
281
11
281
11
281
Garis Batas Persil dan Garis Ukur
Garis Batas Persil dan Garis Ukur
Garis Batas Persil dan Garis Ukur
Garis Batas Persil dan Garis Ukur
Garis Batas Persil dan Garis Ukur
Garis Ikat
Garis Ikat














c.         Perhitungan
a).   Perhitungan Sudut Dalam :
ÐABC        = (360 - ÐAB) + ÐCB
                    = (360° - 314°) + 63°
                    = 46° + 63°
                    = 109°
ÐBCD        = ÐCD - ÐCB
                    = 184° – 63°
                    = 121°

ÐCDE         = ÐDE - ÐDC
                    = 99° - 4°
                    = 95°
ÐDEA        = ÐEA - ÐDE
                    = 191° –  99°
                    = 92°
ÐEAB             = ÐAB - ÐAE
                        = 314° – 191°
                        = 123°



∑ Sudut Dalam       = ÐABC + ÐBCD + ÐCDE + ÐDEA + ÐEAB
                                = 109°+ 121° + 95° + 92° + 123°
                                = 540°

b).   Perhitungan Luas Persil :
BD2       = BC2 + CD2 – 2( BC.CD ) Cos 121°
              = 112 + 352 – 2( 11 . 35 ) ( - 0,515 )
              = 121 + 1225 + 396,55
              = 1742.55
BD         = 41.7439

BE2        = BA2 + AE2 – 2( BA.AE ) Cos 123°
              = 152 + 32.752 – 2( 15 . 32.75 ) ( -0,5446 )
              = 225 + 1072,5625 + 535,0695
              = 1832.632
BE         = 42,809
§   Luas Persil I
S          = ½ ( BD + DE + BE )
            = ½ ( 41,7439 + 17 + 42,809 )
            = ½ 101,5529
            = 50,77645


LI         = S (S – BD)(S – DE)(S – BE)
= 50,77645 (50,77645 – 41,7439)( 50,77645– 17)( 50,77645– 42,809)
            = 50,77645 (9,03255) (33,77645) (7,96745)
            = 123425,8303
            = 351,32 M2
§   Luas Persil II
S     = ½ (BC + CD + BD)
             = ½ (11 + 35 + 41,7439)
       = ½ 87,7439
       =43,87195
LII  = S (S – BC)(S – CD)(S – BD)
       =  43,87195 (43,87195–11)( 43,87195–35)( 43,87195–41,7439)
       =  43,87195 (32,87195) (8,87195) (2,12805)
       = 27227,84811
       = 165,009 M2
§   Luas Persil III
S          = ½ ( BE + BA + AE )
            = ½ (42,809 + 15 + 32,75)
            = ½ 90,559
            = 45,2795
LIII      = S (S – BE)(S – BA)(S – AE)
            = 45,2795 (45,2795–42,809)( 45,2795 – 15)( 45,2795– 32,75)
            =  45,2795 (2,4705) (30,2795) (12,5295)
            = 42439,36925
            = 206,008 M2

Total Luas Persil     = 351,32 + 165,009 + 206,008
                         = 722,337 M2
c).   Perhitungan Luas Bangunan
·           Luas gedung aula         = P × L
                                                   = 25 × 12,47
                                                   = 311,75 M2
·           Luas Kamar Mandi      = P × L
                                          = 8,17 × 4,52
                                                 = 36,9284 M2

·           Luas Bak Air               = P × L
                                                = 2,5 × 2
                                                = 5 M2            

Luas Total Bangunan         = 311,75 + 36,9284 + 5
                                               = 353,6784 M2
d).   Perhitungan  Luas Area Persil Tanpa Bangunan
Luas total persil – Luas total bangunan      = 722,337 - 353,6784
                                                                        = 368,6586 M2
d.        Gambar hasil kerja
( Terlampir )

G.      KESULITAN YANG DIHADAPI
1.    Ada beberapa jalon yang bengkong dan tumpul sehingga sulit untuk ditancapkan dan sulit pada waktu membidik garis lurus karena bengkong.
2.         Kondisi tanah yang terlalu keras sehingga jalon jalon sulit ditancapkan
3.         Cuaca yang panas sehingga mengganggu saat praktek
4.         Banyak tanaman liar sehingga mengganggu praktek.
5.         Kurang kompaknya kelompok.

H.      KETRAMPILAN YANG DIPEROLEH
1.         Mahasiswa terampil membuat peta dilapangan
2.         Mahasiswa terampil membidik jalon
3.         Mahasiswa terampil mengukur jarak dilapangan
4.         Mahasiswa terampil menghitung data hasil pengukuran
5.         Mahasiswa terampil menggambar hasil pengukuran

I.         KESIMPULAN
1.   Dalam praktek membuat peta dengan cara emngikat diperlukan keahlian dan ketelitian dalam menggunakan dan membaca alat yang digunakan
2.         Diperlukan kerjasama kelompok yang baik dalam praktek sehingga praktek dapat berjalan lancar, baik dan lebih cepat
3.         Dalam mengoreksi jumlah sudut dalam dibutuhkan keahlian yang lebih, karena harus sesuai dengan aslinya
4.        Diharapkan setelah praktek mahasiswa mampu membuat, membaca dan menerangkan peta dengan cara mengikat

J.        SARAN
1.         Sebaiknya alat-alat praktek harus memenuhi syarat dan diperiksa sebelum dan sesudah praktek
2.    Pada saat praktek hendaknya pembimbing selalu memdampingi dan langsung menegur apabila terjadi kesalahan agar cepat dibetulkan
3.         Praktek agar dijalankan lebih pagi, agar tidak terlalu panas
4.     Selalu menjaga kekompakan kelompok dalam praktek sehingga praktek dapat berjalan dengan lancar dan lebih cepat selesai.






0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls